Minggu, 12 Juni 2016

Seiryunka (Chaku-chaku & Cell Manufacturing)

Chaku-Chaku

Japanese term for single-piece manufacturing process, where a worker took a piece from one workstation to the next, and set up and operate each machine from the beginning to the end of the production cycle.
Chaku Chaku is an efficient mode of production in which all the machines needed to make part of which lies in the correct order so close together sama.operator only load the part and moves to the next operation. Each machine perform different stages of production, such as turning, drilling, cleaning, testing or sandblasting

 Cellular Manufacturing, One Effective Ways to Lower the Cost of Production

 Cellular Manufacturing (CM) is a model of designing and arranging your work area, where equipment, machines and workstations are arranged in order of efficient, so that the movement of people, inventory and material can take place smoothly from beginning to end of the flow of work processes (single process flow ). With such regularity, waste-sort waste transport, waiting time, or the delay could be minimized. CM is important in the composition of the recipe Lean Manufacturing.
 Advantages of Manufacturing Cells


 Name : M. Zulfikar F (223414054)
 D-3 MLM 2014

Minggu, 27 Maret 2016

MANAJEMEN PERSEDIAAN

Analisis ABC


Pola distribusi pendapatan penduduk pada dasarnya sama di seluruh negara dan di sepanjang sejarah. …hanya sebagian yang sangat kecil dari penduduk memiliki sebagian besar dari pendapatan seluruh penduduk, dan sebaliknya pula, sebagian besar penduduk hanya memiliki sebagian saja dari pendapatan seluruh penduduk.” — Vilfredo Pareto, Ekonom dan Sosiolog Italia
Analisis ABC adalah metode dalam manajemen persediaan (inventory management) untuk mengendalikan sejumlah kecil barang, tetapi mempunyai nilai investasi yang tinggi.
Analisis ABC didasarkan pada sebuah konsep yang dikenal dengan nama Hukum Pareto (Ley de Pareto), dari nama ekonom dan sosiolog Italia, Vilfredo Pareto (1848-1923). Hukum Pareto menyatakan bahwa sebuah grup selalu memiliki persentase terkecil (20%) yang bernilai atau memiliki dampak terbesar (80%). Pada tahun 1940-an, Ford Dickie dari General Electric mengembangkan konsep Pareto ini untuk menciptakan konsep ABC dalam klasi kasi barang persediaan.
Berdasarkan hukum Pareto, analisis ABC dapat menggolongkan barang berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah, dan kemudian dibagi menjadi kelas-kelas besar terprioritas; biasanya kelas dinamai A, B, C, dan seterusnya secara berurutan dari peringkat nilai tertinggi hingga terendah, oleh karena itu analisis ini dinamakan “Analisis ABC”. Umumnya kelas A memiliki jumlah jenis barang yang sedikit, namun memiliki nilai yang sangat tinggi.
Dalam hal ini, saya akan menggunakan tiga kelas, yaitu: A, B, dan C, di mana besaran masing-masing kelas ditentukan sebagai berikut (Sutarman, 2003, pp. 144–145):
  1. Kelas A, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 15-20% dari  total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 75-80% dari total nilai uang.
  2. Kelas B, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 20-25% dari total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 10-15% dari total nilai uang.
  3. Kelas C, merupakan barang-barang dalam jumlah unit berkisar 60-65% dari total seluruh barang, tetapi merepresentasikan 5-10% dari total nilai uang.
Besaran masing-masing kelas di atas akan membentuk suatu kurva sebagaimana terlihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Adapun langkah-langkah atau prosedur klasi kasi barang dalam analisis ABC adalah sebagai berikut:
  1. Menentukan jumlah unit untuk setiap tipe barang.
  2. Menentukan harga per unit untuk setiap tipe barang.
  3. Mengalikan harga per unit dengan jumlah unit untuk menentukan total nilai uang dari masing-masing tipe barang.
  4. Menyusun urutan tipe barang menurut besarnya total nilai uang, dengan urutan pertama tipe barang dengan total nilai uang paling besar.
  5. Menghitung persentase kumulatif barang dari banyaknya tipe barang.
  6. Menghitung persentase kumulatif nilai uang barang dari total nilai uang.
  7. Membentuk kelas-kelas berdasarkan persentase barang dan persentase nilai uang barang.
  8. Menggambarkan kurva analisis ABC (bagan Pareto) atau menunjuk tingkat kepentingan masalah.
Dengan analisis ABC, kita dapat melihat tingkat kepentingan masalah dari suatu barang. Dengan begitu, kita dapat melihat barang mana saja yang perlu diberikan perhatian terlebih dahulu.

Minggu, 20 Maret 2016

Summary PT. Semen Indonesia GENERAL DISCUSSION

Nama : M. Zulfikar F
Nim : 223414054
Pembicara :  Gatot kustyadji 
           1.  Process bussiness
            PT. Semen indonesia (persero) Tbk is strategic holding company from PT semen Padang, PT  semen         Gresik, PT semen Tonasa and thang long cement joint company
               2.  Distribution Distribution is an activity to move products from the supplier to the consumer in a supply  chain
-Proper distribution network will be used for various purposes of the supply chain.
         3.   Logistics is the planning and implementation of the flow of material , work in process      product , as well as finished products , which are carried out effectively and efficiently.
        4.   planning and processing of all activities related to sourcing and procurement processes . the process of production and logistics processes , including the activity of coordination and collaboration with relevant stakeholders , such as suppliers , intermediaries / third party agencies as service providers and consumers .
                Distibusi vs logistik vs supply chain management
                Raw material            Supplier           producer         consumers
                Strategi
1.       Under take capacity growth
2.       Manage key risks
3.       Manage energy security
4.       Enable corporate growht
5.       Move closer
            6.   Enchane company imag

Kamis, 04 Februari 2016

Summary PT. LG Innotek








There are 4 main part in PT. LG Innotek
1. SCM
2. Production
3. Quality
4. Research and Development,and Support
  • SCM flow; The first process from Purchase Order ---> SCM ---> Marketing (collecting data or purchase order from customer) ---> Planning ---> Purchasing ---> Warehouse
  • SCM divided into 3 segmen: SCM Team (marketing, planning), PURCHASING, LOGISTIC Team (export-import, warehouse)
  • Total of active model 120, total of active customer 19
  • Relation between transportation and production in demand process and delivery of products regulated transportation, basic use by vessel because cheap
  • The point of SCM: the effectiveness of time, short distribution chain, and low budget 
  • Six sigma is a tool or a special analysis to produce saving cost very large
  • Implementation of KAIZEN; PT. LG Innotek have a special team with the name improvement team/innovation team. Innovation team control several improvement projects such as 1P 1P (1 Person 1 Project)
  • control of cleanliness, tidiness, timely
    example when in the hall LG. innotek have to take off shoes, because LG. innotek very attention to cleanliness. Another example in the production room area should be clean because electronics companies, especially small components (chips) there should be no dust, if there is going to affect the quality. and LG. innotek every six months to conduct an evaluation + reward


 

NAMA : MUHAMMAD ZULFIKAR FATHURAHMAN
D-3 MLM 2014
NIM: 223414054

Minggu, 17 Januari 2016

Tugas Manajemen Pengadaan


A.    Sejarah Singkat STMT Trisakti

STMT Trisakti adalah salah satu Perguruan Tinggi Swasta di bawah Yayasan Trisakti. STMT Trisakti berlokasi di Jalan IPN nomor2, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, 13410. Telp. (021) 851 6050 (hunting), Fax. (021) 856 9340.

Tahun 1970 STMT Trisakti dikenal dengan nama Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) Trisakti. Kemudian dengan Keputusan Mendikbud No.0332/O/1985 tanggal 27 Juli 1985 berubah menjadi Akademi Administrasi Udara Niaga Trisakti.
Selanjutnya berdasarkan Keputusan Mendikbud No.0860/O/1986 tanggal 6 Desember 1986, status dan nama lembaga ini ditingkatkan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Trisakti disingkat STMT Trisakti.
 
 
Ketika itu STMT Trisakti mengelolah 2 (dua) Jenjang Pendidikan, yaitu :
  1. Jenjang Pendidikan D.III
  2. Jenjang Pendindikan D.IV

Tahun 1986, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma IV untuk Program Studi Manajemen Transpor Darat (D.IV MTD), berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nomor : 0895 / O / 1986 tanggal 29 Desember 1986.
Tahun 1993, STMT Trisakti memperoleh izin dari DIKTI untuk menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III untuk Program Studi Manajemen Transpor Laut (D.III MTL), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 481/DIKTI/Kep/1993 tanggal 13 Agustus 1993, dengan Status TERDAFTAR.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 18/DIKTI/Kep/ 1998 tanggal 26 Januari 1998, Program Studi Diploma IV (D.IV) berubah menjadi Program Studi Strata 1 (S.I) Manajemen, dengan konsentrasi :
  1. Manajemen Transpor Udara (MTU)
  2. Manajemen Transpor Darat (MTD)
  3. Manajemen Transpor Laut (MTL).

Pada tahun 1998, STMT Trisakti memperoleh izin menyelenggarakan Jenjang Pendidikan Diploma III Program Studi Manajemen Logistik dan Material (D.III MLM), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 194/DIKTI/Kep/1998 tanggal 15 Juni 1998, dengan Status TERDAFTAR.
Pada tahun 2005, STMT Trisakti memperoleh izin operasional untuk penyelenggaraan Program Pasca Sarjana Magister Manajemen Transpor dan Logistik berdasarkan surat DIKTI No. 646/D/T/2005 tanggal 3 Maret 2005.
Saat ini STMT Trisakti menyelenggarakan  :
1.      Program Pendidikan Vokasi (D.III)
1.      Program Studi Manajemen Transportasi Udara ( MTU) dan Konsentrasi Manajemen Bandar Udara (MBU)
2.      Program Studi Manajemen Transportasi Laut (MTL)
3.      Program Studi Manajemen Logistik dan Material (MLM)
2.      Jenjang Pendidikan Strata Satu (S.I), Program Studi Manajemen, dengan Konsentrasi
1.      Manajemen Transportasi Udara (MTU)
2.      Manajemen Transportasi Darat (MTD)
3.      Manajemen Transportasi Laut (MTL)
4.      Manajemen Logistik (MLog)
3.      Jenjang Pendidikan Strata Dua (S.2), Program Pasca Sarjana Magister Manajemen
1.      Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi  Udara
2.      Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi  Darat
3.      Konsentrasi Magister Manajemen Transportasi Laut
4.      Konsentrasi Magister Manajemen Logistik
Gelar Akademik :
Lulusan STMT Trisakti berhak menggunakan sebutan professional dan gelar dibelakang nama sebagai berikut :
Jenjang Pendidikan
Sebutan Profesional/ Gelar
Diploma Tiga (D.III)
·         Ahli Madya Manajemen Transpor Udara (A.Md.MTrU)
·         Ahli Madya Manajemen Transpor Laut (A.Md.MTrL)
·         Ahli Madya Manajemen Logistik & Mineral (A.Md.M.Log)
Strata satu (S.1)
Sarjana Ekonomi (SE)
Strata Dua (S.2)
Magister Manajemen Transpor (MM.Tr)
 VISI & MISI :

VISI
Pada Tahun 2031, Menjadi Perguruan Tinggi Bereputasi Global (Global Reputable Higher Education)

MISI
  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran berdasarkan Standar Mutu Nasional dan Internasional.
  2. Menyelenggarakan penelitian lanjut (advance research) yang menghasilkan pengetahuan baru (new knowledge) dan produk-produk intelektual bernilai ekonomi (intellectual economic value products) sesuai kebutuhan bangsa dan dunia.     
  3. Melaksanakan pelayanan pelatihan, konsultasi, dan memberikan masukan kepada pemerintah dan pelaku industri terhadap upaya untuk mengatasi persoalan transportasi dan logistik lingkup nasional dan internasional. 

    A.    Struktur Organisasi

Ketua
DR. TJUK SUKARDIMAN
Wakil Ketua I Bidang Akademik
YULIANTINI, AMTrU, MM
Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum Keuangan
H. MISKUL FIRDAUS, SE, MM, QIA
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
SUPARWAN CK, A.MTrU, MM
Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama & Pemasaran
JULIATER SIMARMATA SE, MM


MENGENAI JURUSAN D.III

Visi
Sebagai program studi yang menyelenggarakan pendidikan professional di bidang manajemen logistic dan material yang unggul dan terpercaya di Indonesia.
Misi
Menciptakan suasana akademik yang kondusif guna menghasilkan professional dengan kekhususan bidang logistic dan material yang memiliki kejujuran, disiplin berbudi pekerti yang baik dan kompetensi keilmuan yang tinggi untuk dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja.
Tujuan
Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan integrasi keilmuan maupun keahlian yang berkualitas, disiplin, dan berbudi pekerti tinggi.
Sasaran
Mengembangkan kegiatan belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang produktif, efektif serta efisien, dan memberika layanan pendidikan yang optimal serta menciptakan budaya akademik yang baik secara berkelanjutan.

Menurut saya mengenai Jurusan D.III di STMT Trisakti belum sepenuhnya berjalan seperti prinsip pembelajaran mahasiswa/I Vokasi seharusnya yaitu mempelajari 75% Pratik dan 25% Teori. Mahasiswa/I lebih terpaku didalam kelas, dan masih sulilnya melakukan study banding di luar kelas, sehingga mahasiswa belum tau sedikit banyaknya kondisi praktik secara langsung di lapangan. Oleh karena itu diperlukan pengupayaan dalam hal untuk pencapaian Visi, Misi, dan Sasaran untuk Jurusan D.III yang telah di beritahukan sebelumnya.
 
 
 
             MENGAPA SAYA MEMILIH JURUSAN D.III MLM?
Pada awalnya saya tidak tahu apa itu logistik... karena sebelumnya saya lulusan SMK Tata boga. Saya pikir ini tidak nyambung sama sekali. Kemudian saya browsing (keyword : Logistik/Apa itu Logistik?). Memang awalnya saya memilih jurusan udara, karena yang terlintas di benak saya memilih jurusan udara akan bekerja di bandara, memakai seragam dengan gagahnya. Kemudian saya bertanya kepada Om saya yang merupakan Lulusan angkatan pertama STMT Trisakti (Dahulu masih AAUN), Beliau mengatakan jurusan Logistik bagus. Dan akhirnya saya memilih Jurusan Manajemen Logistik. Memang terlihat seperti agak terpaksa, atau tidak ada alasan yang kuat saya memilih jurusan ini.  Berjalannya waktu saya mulai mengetahui apa itu Logistik. Mulai dari Manajemen Log. Marketing, Warehousing, hingga Manajemen Pengadaan, begitu pun dengan dosen-dosennya yang berbagi pengalaman di dunia Logistik. Dari sinilah saya open minded bahwa tidak salah memilih Jurusan Logistik. Logistik memiliki prospek kerja yang baik untuk kedepannya. Karena... Setiap pekerjaan atau Industri pekerjaan pasti memerlukan tenaga kerja Logistik. Contohnya seperti pengalaman saya bekerja di Restoran, awalnya tidak tahu ada atau tidak hubungannya dengan Logistik. Ternyata setelah dipelajari memang memerlukan Manajemen Pengadaan Mulai dari Supplier sampai pada Costumer. Apalagi sekarang industri online semakin banyak dan berkembang di indonesia yang membutuhkan tenaga kerja Logistik, walaupun begitu harus diimbangi dengan kemampuan berbahasa inggris dan ilmu logistik yang baik.
 
                  KENAPA MEMILIH STMT TRISAKTI?
 Karena yang saya kertahuin yang memang ada jurusan manajemen Logistik di STMT TRISAKTI. saya juga mempunyai rekomendasi dari Om saya yang merupakan lulusan pertama (AAUN). 
 
 
SETELAH LULUS, MAU KEMANA?
Keinginan saya setelah lulus ingin bekerja di BUMN, Kepabeanan, atau Export-Import. Karena ini merupakan industri yang sesuai saya pelajari dan saya kuasai. Dan kemungkinan saya ingin bekerja sambil melanjutkan kuliah S-1
 
Terima kasih,
 
Muhammad Zulfikar Fathurahman
223414054
D-3 MLM 2014


Kamis, 07 Januari 2016

Indonesia Transport Supply Chain Logistics (ITSCL)

Nama : Muhammad Zulfikar Fathurahman
NIM   : 223414054
D-3 MLM 2014
STMT TRISAKTI JAKARTA

Indonesia Transport Supply Chain Logistics is a 3 day event being held from 7th October to the 9th October 2015 in Jakarta, Indonesia. This event showcases products like goods, supply chain and material handling. It aims to be a key partner of the industry by bringing government, international and domestic participants of the complete transport and supply chain industry all together in one place etc etc. in the Logistics & Transportation industry. 

 Including companies that follow the exhibition, namely  ; 
  •  Aneka Star, PT.
  •  Angkasa Pura Logistik, PT.
  •  Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)
  •  Association Logistic Indonesia (ALI)
  •  CEVA Logistics, PT.
  •  Etobee Teknologi Indonesia, PT.
  • GO – JEK
  • Indonesia Logistic Online
  • Isuzu Astra Motors, PTI
  • Kobexindo Equipmnt Tbk, PT
  • PT. Agility
  • Etc. 
 at the fair I became better know the world of logistics,
the exhibition opens the eyes of the logisticians how very large the highly developed logistics






Summary of Kaizen (Seiri)

Nama : Muhammad Zulfikar Fathurahman
NIM   : 223414054
D-3 MLM 2014
STMT TRISAKTI JAKARTA




KAIZEN adalah tanggung jawab setiap orang. Konsep KAIZEN sangat penting untuk menjelaskan perbedaan antara pandangan Jepang dan pandangan Barat terhadap manajemen. Perbedaan konsep yang paling mendasar adalah “KAIZEN Jepang dan cara berpikirnya berorientasi pada proses, sedangkan cara Barat berorientasi pada hasil kerja” 


1S – Seiri
Seiri merupakan langkah awal implementasi 5S, yaitu: pemilahan barang yang berguna dan tidak berguna:
Barang berguna => Disimpan
Barang tidak berguna => Dibuang
Dalam langkah awal ini dikenal istilah Red Tag Strategy,  yaitu menandai barang-barang yang sudah tidak berguna dengan label merah (red tag) agar mudah dibedakan dengan barang-barang yang masih berguna. Barang-barang dengan label merah kemudian disingkirkan dari tempat kerja. Semakin ramping (lean) tempat kerja dari barang-barang yang tidak dibutuhkan, maka akan semakin efisien tempat kerja tersebut.


Manfaat penerapan 5s adalah:
Untuk meningkatkan kenyamanan kondisi lingkungan kerja,
Meningkatkan produktifitas dan kualitas hasil kerja.
Peningkatan Inovasi karyawan
Penghematan Biaya
Memberikan mental karyawan yang positif